Pentingnya Sex Education Pada Anak

Created by : Novita Nabilla
Yogyakarta, 3 Desember 2012




PENTINGNYA SEX EDUCATION PADA ANAK

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh...

Jika membicarakan tentang sex, banyak yang berfikiran ini adalah pembahasan yang di anggap tabu, apalagi jika ditambah kata education menjadi “sex education” kesannya malah mengajarkan tentang hubungan sex, sex education bukanlah pelajaran yang mendidik tentang hubungan sexsualitas, tetapi lebih kepada pendidikan sistem reproduksi remaja, karena anak yang baru menginjak dewasa sangat penting jika di berikan sex education agar mereka mengetahui pentingnya kesehatan reproduksi pada dirinya, banyak orang tua yang beranggapan sex education tidak seharusnya diberikan kepada remaja karena di anggap tabu, dan si anak akan menghayal tentang sex, karena terkesan vulgar. sebenarnya banyak yang salah mengartikan tentang ini, pelajaran mengenai sex sangat penting diberikan, sex dapat di artikan secara luas yaitu segala hal yang mencakup tentang organ reproduksi, jadi sex education yaitu pembelajaran mengenai organ-organ reproduksi, anak harus mengetahui kapan mereka di katakan remaja?, kapan masa pubertas?, apa itu masa pubertas?, dan apa dampak jika tidak menjaga organ reproduksinya dengan baik.

Dalam memberikan pendidikan sex pada remaja juga harus sesuai dengan tingkatan usianya, agar anak paham dan tidak salah mengartikan kata perkata yang di jelaskan sehingga mudah dipahami oleh anak dan tergantung substansi sex education itu sendiri, contohnya anak SD mungkin dimulai dengan memberikan pengertian kepada mereka perbedaan terhadap lawan jenis antara laki-laki dan perempuan, siapa laki-laki? siapa perempuan?, kemudian untuk tingkatan SMP bisa mengenai tentang masa pubertas dan personal hygiene untuk menunjang keberesihan organ reproduksinya, karena pada tingkatan SMP adalah awal-awalnya masa pubertas, mereka harus mengenal apa itu pubertas?? bagaimana dampaknya jika mereka kurang memperhatikan organ reproduksinya terkait dengan masa pubertas? Dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak dan sesuai dengan tingkatannya, dan untuk tingkatan SMA lebih mendalam lagi bisa mengenai tentang penyakit menular sexsual, seperti mengenalkan kepada mereka tentang HIV AIDS, dampak dari PMS dan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang terkena PMS. Bisa juga dengan memberikan pengetahuan tentang sex pranikah, misalnya dampak melakukan hubungan sex sebelum nikah dapat menimbulkan PMS, karena tidak adanya pertahanan tubuh yang diberikan seperti imunisasi TT yang hanya di dapat ketika menjelang pernikahan, dan dapat juga memberikan penjelasan tentang perilaku yang beresiko terhadap organ reproduksi. Semuanya harus menggunkan bahasa yang lazim, yang dipahami oleh anak dan tidak dengan kalimat yang mengandung unsur porno.

Menurut Sigmund Freud jika tahap-tahap psikoseksual selesai dengan sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat. Jika masalah tertentu tidak terselesaikan pada tahap yang tepat, fiksasi dapat terjadi. Fiksasi adalah focus yang gigih pada tahap awal psikoseksual.

Maka anak harus mengenal tentang pendidikan sex agar mereka mendapatkan kepribadian yang sehat, bukan untuk mengenalkan hubungan seksual tetapi lebih kepada menumbuhkan kepribadian yang sehat dengan memberikan sex education yang sesuai dengan substansi dari masing-masing anak.


Terimakasih telah berkunjung & Semoga membawa manfaat bagi kita semua... :)
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...
 
Writter :  Novita Nabilla | Advokasi Himika 2012/2013 | Yogyakarta, 30 November 2012 09.55pm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar