Laporan Pendahuluan Osteomilytis

Created by : Dini Kurniawati
Yogyakarta, 3 Desember 2012


 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh...


LAPORAN PENDAHULUAN OSTEOMILYTIS


BAB I
PENDAHULUAN


    A.    Latar Belakang
            Infeksi jaringan tulang disebut sebagai osteomielitis, dan dapat timbul akut ataukronik. Bentuk akut dicirikan dengan adanya awitan demam sistemik maupun manifestasilocal yang berjalan dengan cepat. Pada anak-anak infeksi tulang seringkali timbul sebagaikomplikasi dari infeksi pada tempat-tempat lain seperti infeksi faring (faringitis), telinga(otitis media) dan kulit (impetigo). Bakterinya (Staphylococcus aureus, Streptococcus,Haemophylus influenzae) berpindah melalui aliran darah menuju metafisis tulang didekatlempeng pertumbuhan dimana darah mengalir ke dalam sinusoid.
Akibat perkembangbiakan bakteri dan nekrosis jaringan, maka tempat peradangan yang terbatas ini akan terasa nyeri dan nyeri tekan. Perlu sekali mendiagnosisosteomielitis ini sedini mungkin, terutama pada anak-anak, sehingga pengobatan denganantibiotika dapat dimulai, dan perawatan pembedahan yang sesuai dapat dilakukandengan pencegahan penyebaran infeksi yang masih terlokalisasi dan untuk mencegah jangan sampai seluruh tulang mengalami kerusakan yang dapat menimbulkankelumpuhan. Diagnosis yang salah pada anak-anak yang menderita osteomilitis dapatmengakibatkan keterlambatan dalam memberikan pengobatan yang memadai.
Pada orang dewasa, osteomilitis juga dapat awali oleh bakteri dalam aliran darah,namun biasanya akibat kontaminasi jaringan saat cedera atau operasi.Osteomielitis kronik adalah akibat dari osteomielitis akut yang tidak ditangani dengan baik. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, osteomielitis sangan resisten terhadap pengobatan dengan antibiotika. Infeksi tulang sangat sulit untuk ditangani, bahkantindakan drainase dan debridement, serta pemberian antibiotika yang tepat masih tidak cukup untuk menghilangkan penyakit.
Osteomielitis sering ditemukan pada usia dekade I-II, tetapi dapat pula ditemukan pada bayi dan neonatus. Insiden di amerika 1 dari 5000 anak, dan 1 dari 1000 padaneonatal. Pada keseluruhan insiden terbanyak pada negara berkembang. Osteomielitis pada anak-anak sering bersifat akut dan menyebar secara hematogen, sedangkanosteomielitis pada orang dewasa merupakan infeksi subakut atau kronik yang berkembang secara sekunder dari fraktur terbuka dan meliputi jaringan lunak.
Kejadian pada anak laki-laki lebih sering dibandingkan dengan anak perempuandengan perbandingan 4:1. Lokasi yang tersering ialah tulang-tulang panjang, misalnyafemur, tibia, humerus, radius, ulna dan fibula. Namun tibia menjadi lokasi tersering untuk osteomielitis post trauma karena pada tibia hanya terdapat sedikit pembuluh darah. Faktor-faktor pasien seperti perubahan pertahanan netrofil, imunitas humoral, danimunitas selular dapat meningkatkan resiko osteomielitis.

   B.     Rumusan Masalah
1.      Apa definisi dari osteomilitis
2.      Bagaimana patofisiologi dari osteomilitis
3.      Apa saja penyebab dari osteomilitis
4.      Apa tanda dan gejala osteomilitis
5.      Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan osteomilitis

   C.    Tujuan :
1.      Untuk mengetahui definisi dari osteomilitis
2.      Untuk mengetahui patofisiologi osteomilitis
3.      Untuk mengetahui apa saja penyebab osteomilitis
4.      Untuk mengetahui apa tanda dan gejala osteomilitis
5.      Untuk mengetahui Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan osteomilitis

   D.    Manfaat
a.       Bagi Penulis
                                   Setelah menyelesaikan makalah ini diharapkan kami sebagai mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai penyebab serta upaya pencegahan penyakit osteomilitis agar terciptanya kesehatan masyarakat yang lebih baik.
b.      Bagi Pembaca
Diharapkan agar pembaca dapat mengetahui tentang osteomilitis lebih dalam sehingga dapat mencegah serta mengantisipasi diri dari penyakit osteomilitis
c.       Bagi Petugas Kesehatan
Diharapkan dapat menambah wawasan dan informasi dalam penanganan osteomilitis sehingga dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang baik.
d.      Bagi Institusi Pendidikan
Dapat menambah informasi tentang osteomilitis serta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.





BAB II
TINJAUAN TEORI


    A.    Definisi
       Osteomyelitis adalah infeksi dari jaringan tulang yang mencakup sumsum dan atau kortek tulang dapat berupa eksogen (infeksi masuk dari luar tubuh) atau hemotogen (infeksi yang berasal dari  dalam tubuh). (Reeves,2001:257).
       Osteomielitis adalah infeksi akut tulang yang dapat terjadi karena penyebaran infeksi dari darah (osteomielitis hematogen) atau yang lebih sering, setelah kontaminasi fraktur terbuka atau reduksi (osteomielitis eksogen) (Corwin, 2001).
       Osteomielitis adalah infeksi pada tulang dan sumsum tulang yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus atau proses spesifik (Mansjoer, 2000).

   B.     Klasifikasi
            Menurut kejadiannya osteomyelitis ada 2 yaitu :
   1.      Osteomyelitis primer penyebarannya secara hematogen dimana mikroorganisme berasal dari fokus ditempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah.
    2.      Osteomyelitis Sekunder terjadi akibat penyebaran kuman dari sekitarnya akibat dari bisul, luka, fraktur, dan sebagainya (Mansjoer, 2000).
               Menurut  lama infeksi dibedakan atas :
     1.      Osteomyelitis akut
Osteomielitis yang terjadi dalam 2 minggu sejak infeksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul. Osteomielitis akut ini biasanya terjadi pada anak-anak dari pada orang dewasa dan biasanya terjadi sebagai komplikasi dari infeksi di dalam darah.
Tanda-Tanda Osteomyelitis Akut
a.       Nyeri daerah lesi
b.      Demam, menggigil, malaise, pembesaran kelenjar limfe regional
c.       Sering ada riwayat infeksi sebelumnya atau ada luka
d.      Pembengkakan lokal
e.       Kemerahan
f.       Suhu raba hangat
g.       Gangguan fungsi
h.      Lab = anemia, leukositosis
Osteomielitis Akut terbagi menjadi 2, yaitu:
   a. Osteomielitis hematogen
          Merupakan infeksi yang penyebarannya berasal dari darah. Osteomielitis hematogen akut biasanya disebabkan oleh penyebaran bakteri darah dari daerah yang jauh. Kondisi ini biasannya terjadi pada anak-anak. Lokasi yang sering terinfeksi biasa merupakan daerah yang tumbuh dengan cepat dan metafisis menyebabkan thrombosis dan nekrosis local serta pertumbuhan bakteri pada tulang itu sendiri. Osteomielitis hematogen akut mempunyai perkembangan klinis dan onset yang lambat.
            b.Osteomielitis direk
          Disebabkan oleh kontak langsung dengan jaringan atau bakteri akibat trauma atau pembedahan. Osteomielitis direk adalah infeksi tulang sekunder akibat inokulasi bakteri yang menyebabkan oleh trauma, yang menyebar dari focus infeksi atau sepsis setelah prosedur pembedahan. Manifestasi klinis dari osteomielitis direk lebih terlokasasi dan melibatkan banyak jenis organisme.
         2.      Osteomielitis sub-akut
       Yaitu osteomielitis yang terjadi dalam 1-2 bulan sejak infeksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul.
3.      Osteomyelitis kronis
    Yaitu osteomielitis yang terjadi dalam 2 bulan atau lebih sejak infeksi pertama atau sejak penyakit pendahulu timbul. Osteomielitis sub-akut dan kronis biasanya terjadi pada orang dewasa dan biasanya terjadi karena ada luka atau trauma (osteomielitis kontangiosa), misalnya osteomielitis yang terjadi pada tulang yang fraktur.
    Tanda-Tanda  Osteomyelitis Kronis
a.       Ada luka, bernanah, berbau busuk, nyeri
b.      Gejala-gejala umum tidak ada
c.       Gangguan fungsi kadang-kadang kontraktur
d.      Lab = LED meningkat   

     C.    Etiologi
            Adapun penyebab – penyebab osteomielitis ini adalah:
            1.      Bakteri
       Menurut Joyce & Hawks (2005), penyebab osteomyelitis adalah Staphylococcus aureus (70 %-80 %), selain itu juga bisa disebabkan oleh Escherichia coli, Pseudomonas, Klebsiella, Salmonella, dan Proteus.
2.      Virus
3.      Jamur
4.      Mikroorganisme lain (Smeltzer, Suzanne C,  2002).
Osteomyelitis juga bisa terjadi melalui 3 cara (Wikipedia, the free encyclopedia, 2000) yaitu:
1.   Aliran darah
        Infeksi bisa disebabkan oleh penyebaran hematogen (melalui darah) dari fokus infeksi di tempat lain (misalnya tonsil yang terinfeksi, lepuh, gigi terinfeksi). Aliran darah bisa membawa suatu infeksi dari bagian tubuh yang lain ke tulang. Pada anak-anak, infeksi biasanya terjadi di ujung tulang tungkai dan lengan. Sedangkan pada orang dewasa biasanya terjadi pada tulang belakang dan panggul. Osteomyelitis akibat penyebaran hematogen biasanya terjadi ditempat di mana terdapat trauma.
2.   Penyebaran langsung
        Organisme bisa memasuki tulang secara langsung melalui fraktur terbuka, cedera traumatik seperti luka tembak, selama pembedahan tulang atau dari benda yang tercemar yang menembus tulang.
3.   Infeksi dari jaringan lunak di dekatnya
        Osteomyelitis dapat berhubungan dengan penyebaran infeksi jaringan lunak Infeksi pada jaringan lunak di sekitar tulang bisa menyebar ke tulang setelah beberapa hari atau minggu. Infeksi jaringan lunak bisa timbul di daerah yang mengalami kerusakan karena cedera, terapi penyinaran atau kanker, atau ulkus di kulit yang disebabkan oleh jeleknya pasokan darah (misalnya ulkus dekubitus yang terinfeksi).

     D.    Patofisiologi
            Patologi yang terjadi pada ostemielitis hematogen akut tergantung pada usia,daya tahan klien,lokasi infeksi,dan virulensi kuman.Infeksi terjadi melalui saluran darah dari focus ditempat lain dalam tubuh pada fase bakteremia dan dapat menimbulkan septikimia.Embulus infeksi kemudian masuk ke dalam juksta empifisis pada daerah metafisis tulang panjang.Proses selanjutnya adalah tejadi hyperemia dan edema di daerah metafisis di sertai dengan pembentukan pus.Terbentuknya pus ketika jaringan tulang tidak dapat bersekpensi,menyebabkan tekanan dalam tulang meningkat.Peningkatan tekanan dalam tulang menyebabkan terjadinya sirkulasi dan timbul trombosis pada pembuluh darah tulng dan akhirnya menyebabkan nekrosis tulang.disamping proses yang di sebutkan di atas,pembentukan tulang baru yang ektensif terjadi pada dalam poreosteus sepanjang deafisis(terutam pada anak-anak)sehingga terbentuk suatu lingkungan tulang seperti peti mayat dengan jaringan sekuestrum di dalamnya.proses ini terlihat jelas pada akhir minggu ke dua.Apabial pus menembus tulang ,terjadi pengalian pus (discharge)keluar melalui lubang yang di sebut kloaka atau melalui sinus pada jaringan lunak dan kulit.Pada tahap selanjutnya, penyakit osteomielitis kronis.Pada daerah tulang kanselus,infeksi dapat terlokalisasi serta diliputi oleh jaringan fibrosa yang membentuk abses tulang kronis.

     E.     Komplikasi
1.      Dini :
a.       Kekakuan yang permanen pada persendian terdekat (jarang terjadi)
b.      Abses yang masuk ke kulit dan tidak mau sembuh sampai tulang yang mendasarinya sembuh
c.       Atritis septik
2.      Lanjut :
a.       Osteomielitis kronik ditandai oleh nyeri hebat rekalsitran, dan penurunan  fungsi tubuh yang terkena
b.      Fraktur patologis
c.       Kontraktur sendi
d.      Gangguan pertumbuhan
           
  1. Tanda dan Gejala
Fase akut adalah fase sejak terjadinya infeksi sampai 10-15 hari. pada fase ini tampak panas tinggi dan sakit keras, nyeri tulang dekat sendi, tidak dapat menggerakkan anggota bersangkutan, pembengkakan lokal, dan nyeri tekan.
Pada osteomilitis kronik biasanya rasa sakit tidak begitu berat, anggota yang terkena merah dan bengkak atau disertai terjadinya fistel. ( Kapita selekta kedokteran jilid 2).

  1. Pemeriksaan Penunjang
1.         Pemeriksaan darah
Sel darah putih meningkat sampai 30.000 L gr/dl disertai peningkatan laju endap darah
2.         Pemeriksaan titer antibody – anti staphylococcus
3.         Pemeriksaan kultur darah untuk menentukan bakteri (50% positif) dan diikuti dengan uji   sensitivitas
4.         Pemeriksaan feses
Pemeriksaan feses untuk kultur dilakukan apabila terdapat kecurigaan infeksi oleh bakteri salmonella
5.         Pemeriksaan biopsy tulang
Merupakan proses pengambilan contoh tissue tulang yang akan digunakan untuk    serangkaian tes.
6.         Pemeriksaan ultra sound
Yaitu pemeriksaan yang dapat memperlihatkan adanya efusi pada sendi.
7.         Pemeriksaan radiologis
Pemeriksaan photo polos dalam 10 hari pertama tidak ditemukan kelainan radiologik. Setelah 2 minggu akan terlihat berupa refraksi tulang yang bersifat difus dan kerusakan tulang dan pembentukan tulang yang baru.
8.         Bone scan        : dapat dilakukan pada minggu pertama
9.         MRI    : jika terdapat fokus gelap pada T1 dan fokus yang terang pada T2, maka kemungkinan besar adalah osteomielitis.

  1. Penatalaksanaan
1.         Perawatan di rumah sakit
2.         Pengobatan suportif dengan pemberian infus
3.         Pemeriksaan biakan darah
4.         Antibiotikspektrum luas yang efektif terhadap gram positif maupun gram negatif diberikan langsung tanpa menunggu hasil biakan darah secara parenteral selama 3-6 minggu.
5.         Imobilisasi anggota gerak yang terkena
6.         Tindakan pembedahan
a.       Indikasi untuk melakukan tindakan pembedahan ialah :
b.      Adanya abses
c.       Rasa sakit yang hebat
d.      Adanya sekuester
e.       Bila mencurigakan adanya perubahan ke arah keganasan (karsinoma epedermoid). saat yang terbaik untuk melakukan tindakan pembedahan adalah bila involukrum telah cukup kuat untuk mencegah terjadinya fraktur pasca pembedahan.


  1. Pengkajian
1.         Aktifitas atau istirahat
Tanda : Keterbatasan/kehilangan fungsi pada bagian yang terkena (mungkin segera, fraktur itu sendiri, atau terjadi secara sekunder, dari pembengkakan jaringan, nyeri).
2.         Sirkulasi
Tanda : Hipertensi (kadang-kadang terlihat sebagai respon terhadap nyeri/ansietas) atau hipotensi (kehilangan darah). Takikardi (respon stress, hipovolemia) Penurunan / tak ada nadi pada bagian distal yang cedera; pengisian kapiler lambat, pucat pada bagian yang terkena. Pembengkakan jaringan atau massa hematoma pada sisi cidera.
3.         Neurosensori
Gejala : Hilang gerakan/ sensasi, spasme otot, Kebas/kesemutan (parastesis). Tanda : Deformitas lokal; angulasi abnormal, pemendekan, rotasi. Krepitasi (bunyi berderit), spasme otot, terlihat kelemahan/hilang      fungsi.
4.         Nyeri /kenyamanan
Gejala : Nyeri berat tiba-tiba pada saat cidera (mungkin terlokalisasi pada area jaringan/kerusakan tulang, dapat berkurang pada imobilisasi).
Keamanan : Tanda : Laserasi kulit, avulsi jaringan, pendarahan, perubahan warna, pembekakan lokal (dapat meningkat secara bertahap atau tiba-tiba)

  1. Diagnosa Keperawatan
  1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis ( proses inflamasi )
  2. Risiko Infeksi berhubungan dengan
  3. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan
  4. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, gangguan muskuloskeletal
  5. Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, tidak familier dengan sumber informasi





  1. Perencanaan
NOC
NIC
Pain Control :
  1. Mengenali faktor penyebab
  2. Mengenali onset (lamanya sakit)
  3. Menggunakan metode pencegahan untuk mengurangi nyeri
  4. Menggunakan metode nonanalgetik untuk mengurangi nyeri
  5. Mengunakan analgesik sesuai dengan kebutuhan
  6. Mencari bantuan tenaga kesehatan
  7. Melaporkan gejala pada petugas kesehatan
  8. Mengenali gejala gejala nyeri
  9. Melaporkan nyeri  yang sudah terkontrol

Pain Management :
1.         Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
2.         Kaji nyeri secara komprehensif meliputi ( lokasi, karakteristik, dan onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri )
3.         Kaji skala nyeri
4.         Gunakan komunikasi terapeutik agar klien dapat mengekspresikan nyeri
5.         Kaji factor yang dapat menyebabkan nyeri timbul
6.         Anjurkan pada pasien untuk cukup istirahat
7.         Control  lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri
8.         Monitor tanda tanda vital
9.         Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi (relaksasi) untuk mengurangi nyeri
10.     Jelaskan factor factor yang dapat mempengaruhi nyeri
11.     Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat
Risk Control :
1.      Suhu tubuh dbn ( 36-37°C )
2.      Frekuensi nafas dbn ( !6-24x/menit )
3.      Tidak terjadi infeksi lebih laanjut
4.      Tidak ada tanda tanda inflamasi ( rubor, dolor, kalor, tumor, fungsiolesa )
5.      Pasien dan keluarga mengetahui tindakan yang tepat untuk mencegah infeksi
6.      Pasien dan keluarga dapat mengetahui tanda dan gejala infeksi
7.      Pasien dan keluarga dapat mengetahui cara perawatan luka yang tepat
8.      Integritas kulit membaik






Infection Control :
1.      Observasi dan laporkan tanda dan gejala infeksi seperti kemerahan, panas, nyeri, tumor.
2.      Kaji tanda tanda vital
3.      Lakukan teknik perawatan luka yang tepat
4.      Tingkatkan nutrisi dan cairan
5.      Monitor temperature tubuh
6.      Gunakan srategi untuk mencegah infeksi nosokomial
7.      Anjurkan untuk istirahat yang adekuat
8.      Batasi pengunjung bila perlu
9.      Ajarkan pada klien dan keluarga cara perawatan luka yang tepat
10.  Jelaskan pada klien dan keluarga bagaimana mencegah infeksi
11.  Jelaskan pada klien dan keluarga tanda dan gejala infeksi
12.  Anjurkan dan ajarkan pada klien dan keluarga mencuci tangan dengan sabun
13.  Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi obat


Mobility :
  1. Pasien dapat menggerakkan otot
  2. Pasien dapat berjalan
  3. Pasien dapat bergerak dengan mudah
  4. Pasien dapat berkoordinasi dengan baik
  5. Klien meningkat dalam aktivitas fisik
  6. Mengerti tujuan dari peningkatan mobilitas
  7. Memverbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah
  8. Memperagakan penggunaan alat bantu untuk mobil

Exercise therapy joint mobility
  1. Kolaborasi dengan terapi fisik daam perkembangan pelaksanaan program latihan
  2. Menentukan tingkat motivasi pasien untuk memelihara dan memperbaiki gerakan
  3. Menjelaskan pada pasien atau keluarga tentang maksud dan rencana untuk latihan
  4. Menganjurkan atihan ambulasi yang sesuai
  5. Memberikan positif untuk melakukan latihan bersama
  6. Menyediakan perintah tulisan untuk latihan
  7. Membantu mengembangkan jadwal untuk latihan ROM

Exercise therapy : ambulation
1.      Monitoring vital sign sebelm/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan
2.      Konsultasikan dengan terapi fisik tentang rencana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
3.      Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat berjalan dan cegah terhadap cedera
4.      Ajarkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
5.      Kaji kemampuan pasien dalam mobilisasi
6.      Latih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ADLs secara mandiri sesuai kemampuan
7.      Dampingi dan Bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ADLs ps.
8.      Berikan alat Bantu jika klien memerlukan.
9.      Ajarkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan jika diperlukan


Kowlwdge : disease process
1.      Familiar dengan nama penyakit
2.      Mendeskripsikan proses penyakit
3.      Mendeskripsikan factor penyebab
4.      Mendeskripsikan factor resiko
5.      Mendeskripsikan efek penyakit
6.      Mendeskripsikan tanda dan gejala
7.      Mendeskripsikan perjalanan penyakit
8.      Mendeskripsikan tindakan untuk menurunkan progresifitas penyakit
9.      Mendeskripsikan komplikasi
10.  Mendeskripsikan tanda dan gejala dari komplikasi
11.  Mendeskripsikan tindakan pencegahan untuk komplikasi
Teaching : disease Process
  1. Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesifik
  2. Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan bagaimana hal ini berhubungan dengan anatomi dan fisiologi, dengan cara yang tepat.
  3. Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit, dengan cara yang tepat
  4. Gambarkan proses penyakit, dengan cara yang tepat
  5. Identifikasi kemungkinan penyebab, dengna cara yang tepat
  6. Sediakan informasi pada pasien tentang kondisi, dengan cara yang tepat
  7. Hindari harapan yang kosong
  8. Sediakan bagi keluarga informasi tentang kemajuan pasien dengan cara yang tepat
  9. Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit
  10. Diskusikan pilihan terapi atau penanganan
  11. Dukung pasien untuk mengeksplorasi atau mendapatkan second view dengan cara yang tepat atau diindikasikan
  12. Eksplorasi kemungkinan sumber atau dukungan, dengan cara yang tepat
  13. Rujuk pasien pada grup atau agensi di komunitas lokal, dengan cara yang tepat
  14. Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat





BAB III
PENUTUP

A.          Kesimpulan
               Osteomielitis adalah infeksi akut tulang yang dapat terjadi karena penyebaran infeksi dari darah (osteomielitis hematogen) atau yang lebih sering, setelah kontaminasi fraktur terbuka atau reduksi (osteomielitis eksogen).
·                    Luka tusuk pada jaringan lunak atau tulang akibat gigitan hewan, manusia atau penyuntikan intramusculus dapat menyebabkan osteomielitis eksogen. Osteomielitis akut biasanya dapat disebabkan oleh bakteri maupun virus, jamur, dan mikro-organisme lain.
·                     Osteomielitis adalah penyakit yang sulit diobati karena dapat terbentuk abses local. Abses tulang biasanya memiliki pendarahan yang sangat kurang, dengan demikian, penyampaian sel-sel imun dan antibiotic terbatas. Apabila infeksi tulang tidak diobati secara segera dan agresif, nyeri hebat dan ketidak mampuan permanen dapat terjadi (Corwin, 2001).
B.           Saran



DAFTAR PUSTAKA

Herdman, Heather.2010. Diagnosis Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran
Morhead, Sue. 2008. Nursing Outcomes Classification (NOC). America : Mosby
Mc Closkey Dochterman, Joanne. 2004. Nursing Interventions Classification (NIC). America : Mosby
Mansjoer, arif. Dkk.2009, kapita selekta kedokteran . Jakarta. Media Aesculapius
Doenges, Marilynn E, dkk. 1993. Rencana Asuhan Keperawatan, Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
 Http//www.asuhan-keperawatan-pasien-dengan_2440.html, Http//www. laporan-pendahuluan-pada-pasien-dengan_4945.html


Terimakasih telah berkunjung & Semoga membawa manfaat bagi kita semua... :)
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...

Oleh : Dini Kurniawati |Dana dan Usaha Himika 2012/2013


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar